Friday, July 22, 2011

Udara Adalah Sesuatu yang Nyata

Untuk melakukan percobaan ini kalian membutuhkan sebuah corong kecil, botol, dan segumpal plasitin. Isilah 2/3 bagian botol tersebut dengan air dan letakkan corong tersebut pada leher botol dengan plasitin. Tuangkan air ke dalam corong. Air tersebut tidak akan mengalir sama sekali ke dalam botol (meskipun mengalir, itupun hanya setetes-tetes)sekarang, lubangilah plasitin tersebut dengan menggunakan paku, kemudian lihatlah apa yang terjadi.

Percobaan berikutnya, isilah sebuah baskom dengan air dan celupkan sebuah gelas kedalamnya hingga gelas tersebut penuh dengan air. Jungkirkan gelas yang telah penuh dengan air tersebut sampai mulutnya menghadap ke bawah (tetap pegangi, jangan diletakkan di dasar baskom). Kemudian, ambillah gelas yang lainnya dengan tanganmu yang satunya, lalu dorong ke dalam air dengan mulut gelas menghadap ke bawah. Tempatkanlah gelas yang kedua ini lebih dalam dari pada gelas yang pertama. Lalu miringkanlah gelas kedua ini sedimikian rupa sehingga gelembung-gelembung udara masuk ke dalam gelas yang pertama. Kalian akan melihat bahwa air yang berada dalam gelas pertama terdorong keluar oleh udara dari gelembung-gelembung udara gelas kedua. Pada waktu yang bersamaan, gelas kedua akan terisi oleh air.

Percobaan-percobaan ini menunjukkan bahwa udara adalah sesuatu yang nyata, dan menempati ruangan. Air baru dapat mengalir ke dalam botol melalui corong jika udara di dalam botol itu keluar (dalam hal ini melalui lubang yang kalian buwat dengan paku). Sehingga ruang atau volume udara dapat ditempati oleh air. Pada percobaan yang kedua, air harus memberi ruangan kepada udara. Inilah sebabnya mengapa bila kita menuangkan susu kental manis dari kaleng, kita harus membuat dua buah lubang. Satu untuk jalan keluarnya susu, dan satunya lagi untuk jalan masuknya udara yang akan menggantikan volume susu yang keluar.

No comments:

Post a Comment